Selamat malam sobat bloger, sekian lama tidak posting diblog untuk pertama kalinya di tahun 2015 ini saya akan berbagi cerita tentang kisahku. Sebelumnya saya ucapkan selamat hari ibu (22 Desember) semoga ibu kita dipanjangkan umurnya dan dimudahkan dalam segala urusan aamin....
Tidak panjang lebar langsung keintinya saja.
Tahun 2015 ini adalah tahun yang penuh cerita yang mungkin tak pernah kulupakan.
Sesuai dengan perasaanku, kata kata ini mengalir begitu saja.
Penuh dengan perjuangan dan kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Awal tahun 2015 adalah perjuangan yang berat bagiku. Mungkin saya hampir down, karena teman temanku telah menghirup kebebasan sedangkan aku masih berjuang mendaki bukit.
Usiaku kini yang telah mencapai 1/4 abad ada satu hal yang belum kuraih. Mungkin yang lain telah kuraih semua di tahun 2015 ini. Semoga dikemudian hari bisa kuraih, akhir tahun ini atau tahun depan. Kutulis kata kata ini diiringi lagu lagu sendu agar tercipta inspirasi.
Aku bingung musti mulai dari mana. Baiklah akan ku awali dengan kisah pendidikan saya, ditahun ini telah kuselesaikan pendidikan Diploma 3 (D3), mungkin hasilnya kurang memuaskan tapi aku selalu optimis bahwa masa depan bisa kita buat lebih baik dengan usaha dan mengasah skill atau bakat yang kita miliki. Ya kita lanjutkan kekisah lainnya dulu kisah ini next dihalaman berikutnya.
Kisah asmaraku tahun ini masih penuh lika liku. Sejujunya aku serius mencari jodoh. Tapi mungkin Tuhan belum memberikannya atau mungkin aku kurang berdo'a. Gadis idamanku yaitu gadis berhijab yang bisa menerimaku apa adanya , kepribadianya baik seperti hijabnya, tidak sombong, bisa menghargai orang lain.
Ini kisah nyata, aku menyukai seorang gadis yang sulit sekali ditaklukan. Dia gadis berhijab yang mungkin umurnya lumayan jauh dariku. Awalnya sih aku tak menaruh hati padanya. Dia satu pabrik dengan saya inisialnya ''R'', dia merupakan karyawan baru. Ketika dia baru masuk Dia tak memakai hijab. Seminggu kemudian R memakai hijab, sedikit demi sediki aku meliriknya. Ternyata dia teramat cantik memakai hijab. Orangnya agak pendiam, susah untuk didekati dan tau tau dia sudah punya pacar. Samapi disini saya belum menyerah. Saya tau dia tidak tertarik dengan saya.
Dia sudah gonta ganti pacar saya masih bertahan, samapai akhirnya dia untuk ke tiga kalinya tak memberi harapan padaku. Aku hampir tak percaya akan semua ini, usahaku tak pernah ia hargai.
Perlahan aku sadar bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, mungkin jika saya jadi dia akan melakukan hal yang sama. Mungkin dia bukan jodohku, tapi jodoh siapa tahu. Yang jelas kita hanya berusaha. Aku mau belajar melupakannya dan belajar mengejar cinta yang lain. Semoga Dia yang telah menyia nyiakan aku diberikan kebahagiaan oleh Tuhan aamin...
Perjuanganku mencari cinta sejati masih berlanjut, kucoba membuka hati untuk gadis lain yang kuharapkan gadis itu adalah gadis idaman ibuku juga. Karena gadis yang baik pasti bisa jadi istri yang baik.